Langsung ke konten utama

Unggulan

Sejarah Dan Resep Soto Babat

Inilah Sejarah Dan Resep Soto Babat  Soto Babat Ini merupakan salah satu menu yang umumnya sudah terkenal dan memiliki cita rasa yang berbeda dengan  yang ditawarkan di Soto kota lainnya.  Masakan berbahan dasar daging sapi ini terkenal tidak hanya  di kota semarang saja.  Madiun, salah satu kota di provinsi Jawa Timur, memiliki soto berbahan babat yang disebut jao to.   Soto adalah makanan yang berasal dari Tiongkok dan disebut ``cau do'' atau ``jiao to'' dalam bahasa Hokkien.  Pasalnya, soto menggunakan jeroan sapi sebagai isiannya.  Oleh karena itu, soto babat madiun sering disebut jao to.  Karena soto babat khas kota Madiun ini mewarisi asal usul soto yang sebenarnya.  Di kota Madiun terdapat gudang beras Sotho Tripat yang beroperasi sejak tahun 1960.  Tan Han Thiem mendirikan perusahaan pada usia 33 tahun dengan dukungan istrinya Djie Kwie Nio.  Depot Nasi Babat Soto menjual Nasi Babat, Nasi Goreng Babat, ...

Pakaian Adat Bali

Pakaian Adat Bali 
3 Jenis Pakaian Adat Bali : Fungsi, Susunan dan Filosofi : Secara umum ada tiga jenis pakaian adat Bali  yaitu Payas Agung, Payas Madya dan Payas alit.

Masing-masing jenisnya mempunyai fungsi yang berbeda-beda dalam ritual adat.
Setiap daerah di Bali mempunyai cara tersendiri dalam mengenakan kostum adatnya namun selalu berpegang pada standar.


 1. Payas Agung Pakaian adat Bali yang lengkap dan  mewah adalah Payas Agung.
Sebelumnya, pakaian ini dikenakan oleh para Brahmana, Ksatriya, dan Waisya.
Gaun ini kini dikenakan kedua mempelai pada upacara pernikahan.
Payas Agung melambangkan keindahan, warnanya juga cerah sehingga melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan.
Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing namun selalu berpegang pada standar baku.
Misalnya Payas Agung tradisi Medeeng Singaraja (Buleleng)  berbeda dengan Payas Agung tradisi Asak Karangasem.
Pengantin wanita mengenakan tapih atau sinjang prada di atas warna kuning  putih, kamen prada, sabuk prada, ikat pinggang toros, dan selendang prada  kuning.
Sedangkan mempelai pria memakai aksesoris berupa sanggul besar dan anting, badong, gelang nagasatru dan gelang kana serta cincin mata berwarna merah.
Pakaian yang dikenakan adalah  kancut prada, kampuh prada dan umpal prada.
Payas Agung juga digunakan oleh manggala/pangarep yang dibawakan pada upacara manusa yadnya dan sebagai yajamana pada upacara lainnya.


 2. Payas Madya Pakaian Payas Madya merupakan pakaian adat kelas menengah.
Sering digunakan dalam ritual potong gigi dan mengunyah.
Upacara potong gigi merupakan proses penyucian diri ketika seseorang sudah dewasa dan bersiap untuk menikah.
Sedangkan ngidih adalah saat seorang pria melamar dan memperkenalkan dirinya kepada calon pasangannya.
Upacara payas madya ini ditandai dengan penataan rambut menggunakan sanggul moding.
Selain itu, ia juga menggunakan night spring dan memakai aksesoris rambut berbentuk bunga kompyong, 7 bunga sasak bebas, dan 21 bunga sandat kuning.
Busananya menggunakan tenun songket kamen  asli Bali, dilengkapi dengan sabuk prada berlian 4 warna.
Wisatawan ingin memasuki kawasan keramat seperti candi, beberapa situs peninggalan kerajaan, dll.
Madya juga harus dikenakan untuk menghormati dan menjaga kesucian tempat tersebut.
Sederhananya hanya terdiri dari tiga bagian utama.
 ang pertama adalah Kamben, yaitu sepotong kain yang dililitkan pada tubuh bagian bawah.
Yang kedua, kancrik, adalah  selendang yang digunakan untuk mengikat pinggang.
Yang ketiga adalah udeng,  ikat kepala kain.
Sedangkan pakaiannya bebas asalkan rapi dan sopan.


 3. Payas Alit/Payas Nista Payas alit atau payas nista merupakan pakaian adat Bali yang paling sederhana dan dapat dikenakan setiap hari, termasuk pada saat ritual adat sehari-hari di pura.
Biasanya yang dikenakan  hanya  kebaya dan songket.
Laki-laki  hanya mengenakan kemeja putih dan dipersenjatai kamen dan udeng.

Komentar

Postingan Populer